BANDUNG, FTV CHANNEL WIDYATAMA.AC.ID – Halo Sahabat FTV, siapa sangka, serial tentang catur bisa terasa se-estetik ini? The Queen’s Gambit bukan cuma soal langkah skak dan strategi, tapi juga soal warna, ruang, dan detail visual yang membuat setiap adegan terasa hidup. Di balik layar, desain produksi punya peran besar dalam menciptakan dunia retro 1960-an yang ikonik dan penuh karakter. The Queen’s Gambit merupakan serial Netflix yang dirilis pada tahun 2020 dan diadaptasi dari novel karya Walter Tevis yang diterbitkan pada tahun 1983. Serial ini mengisahkan perjuangan Beth Harmon, yatim piatu jenius catur yang berjuang menembus berbagai kompetisi di era 1950-an hingga 1960-an.
Serial Netflix yang luar biasa tersebut baru saja menduduki puncak Creative Arts Emmys 2021, mengumpulkan sembilan penghargaan yang tidak hanya dari pemilihan cerita saja, tetapi juga unsur visual, salah satunya desain produksi yang luar biasa oleh Uli Hanisch. Bagaimana keunikannya? Mari kita bahas.
Persiapan yang Panjang
Menghabiskan kurang lebih 6 Minggu, bersama rekannya, Uli Hanisch meriset keseluruhan film ini secara mendalam. Berawal dari membaca novel karya Walter Tevis, yang menurutnya memiliki karakter yang kuat. Uli meriset dari berbagai sumber seperti internet sampai perpustakaan. Selain itu, Uli mempunyai caranya sendiri dalam meriset visual, yaitu dengan mengumpulkan ribuan foto dari berbagai masa, dan dikumpulkan dalam 1 booklet yang dinamakan “The Visual Concept”.
Desain yang Unik dari Setiap Hotel
Uli Hanisch, selaku Desainer Produksi dari film tersebut, mengatakan bahwa setiap hotel menggambarkan awal perjalanan yang berbeda, sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Menariknya, latar hotel yang digambarkan berada di Las Vegas dan Meksiko sebenarnya dibuat dari set yang sama, dengan penataan ulang untuk menyesuaikan suasana dan lokasinya. Bahkan, detail kecil seperti lukisan hotel ia perhatikan. Uli sengaja menempatkan lukisan perempuan di kamar hotel agar Beth terasa seperti “ditemani”. Misalnya saat berada di Moskow, di tengah dominasi citra laki-laki yang gagah dan kuat, kehadiran figur perempuan dalam lukisan menjadi simbol bahwa perempuan juga mampu berada di posisi tersebut. Detail ini menghadirkan nuansa empati dan representasi bagi perempuan di tengah dunia yang maskulin.
Perpaduan Warna yang Memukau
Perpaduan warna dan tekstur yang mencolok di kamar mandi Nyonya Wheatley, ibu angkat Beth, terlihat sangat memukau. Wastafel, bak mandi, dan toilet berwarna hijau dipadukan dengan aksesori berwarna ungu muda, merah muda, tirai bak mandi dan wastafel berwarna biru muda, ubin mosaik mutiara, serta wallpaper bermotif bunga yang menimbulkan kesan elegan. Meski terdengar tidak cocok, jika dipadukan dengan komposisi yang pas, warna tersebut dapat menyatu dengan sempurna.
Pada akhirnya, kekuatan The Queen’s Gambit bukan hanya terletak pada strategi catur atau konflik batin Beth Harmon, tetapi juga pada dunia visual yang membungkusnya dengan begitu detail dan penuh makna. Dari pemilihan warna, penataan ruang, hingga properti kecil seperti lukisan di dinding, semuanya dirancang untuk mendukung perjalanan emosional karakter. ***Raina Syifani Bilbina.
