BANDUNG, FTV CHANNEL WIDYATAMA.AC.ID – Halo sahabat FTV! Masih ingat film Enola Holmes? Gaun renda berlapis, wallpaper bermotif bunga, dan background khas era Victoria. Visualisasinya masih terasa eye-catching hingga saat ini bukan? Kalau gitu, yuk kita intip keseruan artistik dibalik layar Enola Holmes!
Sinopsis
Mengisahkan Enola, adik remaja detektif terkenal Sherlock Holmes, yang mencari ibunya yang hilang misterius pada ulang tahun ke-16. Melarikan diri dari kakak-kakaknya, Mycroft dan Sherlock, Enola mengungkap konspirasi politik terkait bangsawan muda yang kabur dan membuktikan bakat detektifnya di London abad ke-19.
Rumah yang Membentuk Kepribadian
Rumah Enola bukan sekedar lokasi. Ia adalah gambaran dari karakter itu sendiri. Berbeda dari rumah bangsawan Victoria yang kaku dan penuh aturan, rumah Enola terasa hangat, sedikit berantakan, dan penuh warna. Buku-buku berserakan, eksperimen kecil tersembunyi di sudut ruangan, serta wallpaper yang tidak terlalu formal, semua itu memberikan kesan kebebasan pada latar Era Victoria.
Art department dengan sengaja membuat ruang itu terasa “hidup”. Ada tekstur kayu yang terlihat usang, kain yang jatuh tidak terlalu rapi, dan pencahayaan yang lembut.
Kostum Bercerita Tanpa Kata
Salah satu elemen paling menarik dari film ini adalah kostumnya. Di tengah perempuan-perempuan era Victoria yang terikat korset ketat dan warna-warna tradisional, Enola justru tampil dengan siluet yang lebih ringan dan warna yang lebih ekspresif. Kadang ia mengenakan gaun dengan potongan yang memberi ruang gerak lebih luas, seolah memang dirancang untuk berlari mengingat dirinya yang senang berpetualang sebagai detektif.
Consolata Boyle, desainer kostum Enola menyebut bahwa pakaian Enola harus mencerminkan kebebasan bergerak dan semangatnya tidak terikat aturan sosial. “Her clothes needed to allow her to move, to run, to think freely. They are part of her independence.”
Detail seperti renda, topi, hingga sepatu bot. Kostum Enola menjadi simbol transisi menjadi gadis yang tumbuh kritis dan berani.
London yang Dibangunkan Kembali
Saat Enola tiba di London, nuansanya langsung berubah. Warna menjadi gelap, jalanan lebih padat, dan bangunan terasa lebih tinggi. Perubahan palet warna sangat terasa, dunia kota dibuat lebih kaku dan maskulin untuk menegaskan kontras dengan kehidupan Enola sebelumnya yang penuh kehangatan saat berada di rumahnya.
Tim produksi menggabungkan lokasi asli dengan set buatan, memastikan setiap gang, papan iklan, dan jendela toko terasa autentik. Bahkan properti kecil seperti surat kabar, mesin cetak, dan koper perjalanan dirancang khusus agar menyatu dengan era tersebut. ***Hanania K.
