Info TV

Menyambut Hadirnya Siaran Televisi Digital di Indonesia

BANDUNG, FTV CHANNEL WIDYATAMA.AC.ID – SAHABAT FTV, kemajuan teknologi di zaman sekarang banyak memberikan dampak yang cukup signifikan, salah satunya dalam bidang pertelevisian dengan hadirnya siaran televisi digital yang akan menggantikan siaran televisi analog.

Indonesia secara resmi akan mulai menghentikan siaran televisi analog dan beralih ke siaran televisi digital. Proses peralihan ini disebut sebagai migrasi atau analog switch off (ASO). Hal tersebut berdasarkan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU Cipta Kerja menambahkan pasal 60A dalam UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang didalamnya mengatur bahwa penyelenggaraan penyiaran dilaksanakan dengan mengikuti perkembangan teknologi, termasuk migrasi penyiaran dari teknologi analog ke digital.

Proses Analog Switch Off (ASO) atau migrasi dari siaran tv analog ke digital akan segera dimulai. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan tahapan migrasi mulai 17 Agustus 2021 hingga 2 November 2022.
Di tahapan pertama nanti ada 15 daerah yang siaran analognya. Meliputi lima provinsi, daerah itu antara lain:
  1. Aceh (Kab. Aceh Besar Kota Banda Aceh),
  2. Kepulauan Riau (Kab. Bintan, Kab. Karimun, Kota Batam, Kota Tj. Pinang),
  3. Banten (Kab. Serang , Kota Cilegon, Kota Serang)
  4. Kalimantan Timur (Kab. Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang),
  5. Kalimantan Utara (Kab. Bulungan, Kota Tarakan, Kab. Nunukan).

Proses migrasi ini akan diberlakukan seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Hal ini disebabkan karena spektrum frekuensi radio yang digunakan dalam TV analog berada pada pita 700 mhz yang mana setara dengan kecepatan layanan internet. Dengan diberlakukannya migrasi TV digital, maka pita frekuensi TV analog akan menjadi lowong. Hal ini berpeluang untuk meningkatkan kecepatan internet dan merealisasikan pemanfaatan sinyal 5G sebagai layanan internet. Selain  itu, migrasi ini juga mendorong akselerasi penguatan industri TV digital di Indonesia mengingat 85 persen negara-negara di dunia sudah lebih dulu menggunakan teknologi TV digital.

Siaran TV digital sama halnya dengan siaran TV analog, tidak perlu internet atau membayar biaya berlangganan tiap bulan. Masyarakat masih bisa menonton sinetron, tayangan musik, atau berita di berbagai saluran televisi. Yang berbeda hanyalah kualitas dari tayangan yang disajikan, yaitu gambar yang ditampilkan lebih bagus dan kualitas suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih. Tak hanya itu, siaran televisi digital memiliki kemampuan multifungsi dan multimedia seperti layanan interaktif dan bahkan informasi peringatan dini bencana.

Televisi digital merupakan solusi dalam memberikan kenyamanan untuk menonton bagi masyarakat melalui berbagai program yang diberikan. Untuk itu, masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk melakukan migrasi dari era penyiaran televisi analog menuju era penyiaran televisi digital.***AS

Related posts

Ending Squid Game yang Mengejutkan dengan Plot Twist Sang Kakek

FTV CHANNEL

Inilah 5 Sinteron Indonesia dengan Episode Terpanjang

FTV CHANNEL

Cermin Gelap Masyarakat Digital: Analisis Dystopia Teknologi dalam Serial TV “Black Mirror”

FTV CHANNEL